Blog

HomeArtikelPerputaran atau Sirkulasi Air Di Kolam Renang
Jasa Pembuatan Kolam Renang JogjaJasa Pembuatan Kolam Renang Jogja

Perputaran atau Sirkulasi Air Di Kolam Renang

Pada kolam renang, sirkulasi air atau perputaran air merupakan kunci utama untuk dapat menjaga kejernihan, kebersihan, dan kesehatan air kolam renang. Tentu saja ada elemen-elemen lain yang perlu di perhatikan seperti chemical, kimia air, dan lain sebagainya. Tapi, pada artikel kali ini, kita akan membahas khusus tentang sirkulasi air kolam renang.

Pentingnya sistem sirkulasi dapat berjalan optimal adalah karena didalam sistem sirkulasi terdapat beberapa elemen yang memiliki tugas masing-masing. Skimmer akan menyaring kotoran besar, keranjang skimmer / keranjang pompa akan menyaring kotoran besar yang lolos dari skimmer, pompa menjadi sumber tenaga yang menggerakan air hingga mampu melewati jalur-jalur pipa sistem sirkulasi, filter menjadi elemen penting yang akan menjamin air kolam renang terus tersaring hingga ke kotoran / kontaminan yang tak tampak mata, pipa sebagai penghubung dari seluruh sistem sirkulasi.

Apa indikator untuk Sirkulasi Kolam renang yang baik ?

Setiap kolam renang sudah seharusnya dilengkapi dengan berbagai macam peralatan seperti telah disebutkan sebelumnya. Pompa dengan memanfaatkan tenaga dari listrik akan menghisap air dari lubang jalur inlet (skimmer).
Setelah air masuk, ia akan melewati keranjang atau penyaring tahap 2 (alternatif) yang direkomendasikan untuk menyaring kotoran berukuran besar / sedang yang lolos dari skimmer sehingga tidak masuk ke pompa. dan filter. Setelah itu, pompa akan meneruskan air ( mendorongnya ) hingga memasukki filter. Nah, tugas filter sudah sangat jelas untuk menyaring kotoran-kotoran atau kontaminan yang berukuran lebih kecil bahkan yang tidak terlihat oleh mata.

Setelah melewati filter, masih dengan tenaga dari dorongan pompa, air akan diteruskan hingga menuju jalur outlet sistem sirkulasi atau sering disebut juga jet. Kolam renang biasanya memiliki lebih dari satu jalur inlet dan outlet, termasuk pada air terjun, skimmer, maindrain dan lain sebagainya. Nah, sistem sirkulasi yang baik adalah sistem sirkulasi yang setiap elemen penyusunya mampu melakukan tugas secara maksimal / optimal. Disamping itu, sistem sirkulasi yang baik sudah direncanakan dari awal pembangunan kolam renang, terutama saat penentuan lokasi lobang inlet dan outlet. Yang diharapkan, air yang telah memasukki sistem sirkulasi dan terfilter (air bersih) yang dikeluarkan melalui jalur outlet akan mampu mendorong air yang belum melewati sistem sirkulasi (air kotor) sehingga mengarah lebih dekat ke jalur inlet. Sehingga, dapat disimpulkan lagi bahwa sistem sirkulasi yang baik seharusnya mampu menggerakan seluruh air kolam renang tanpa terkecuali.

Lalu, Bagaimana Cara Agar Sistem Sirkulasi Berjalan Optimal?

Pertama, pada tahap perencanaan dan instalasi pemipaan serta sistem sirkulasi, pastikan lokasi atau titik return jet (outlet sistem sirkulasi) dan titik inlet terencanakan secara matang. Sehingga air kolam renang dapat berputar, teraduk, dan atau tersirkulasi seluruhnya.

Jika kolam renang Anda hanya memiliki 1 return jet atau jalur outlet, dan bentuk kolam renang simpel persegi panjang arahkan jalur tekanan air dari return jet ke arah skimmer dan usahakan agar posisinya menembak ke bawah. Sehingga, posisi ini akan menyebabkan air tersirkulasi serta mengaduk air yang berada di dasar kolam renang.

Zona Pasif

Istilah ini sering kami gunakan untuk memberikan nama pada tuitik atau area tertentu di kolam renang yang kurang atau bahkan tidak tergerak oleh pergerakan air dari sistem sirkulasi. Nah, beberapa area yang paling sering tergolong dalam zona mati / pasif ini adalah :

  • Di Belakang Tangga Kolam Renang (yang sering kali terbuat logam)
  • Di sekitar area tangga permanen (cor, dak, kramik)
  • Pada area pertemuan antar area kolam renang ( kolam renang yang memiliki setidaknya 2 kedalaman yang berbeda)
  • Bagian bawah serta pojok dari posisi skimmer.

Bukan berarti tukang atau kontraktor kolam renang yang melakukan instalasi sistem sirkulasi di kolam renang Anda tidak teliti atau tidak mempertimbangkan hal ini. Akan tetapi, beberapa area di atas memang sering ditemui sebagai zona-zona atau titik yang airnya kurang mengalami pergerakan sirkulasi. Jika menambahkan titik-titik inlet atau outlet pada area tersebut, menjadi solusi, tapi permasalahannya seberapa kapasitas pompa dan kemampuan pompa yang Anda miliki. dan juga, kapasitas pompa akan berkaitan dengan kapasitas filter, begitu pula elemen lainnya. Tapi, solusi paling gampang untuk permasalahan ini, Anda  hanya perlu merawat area-area tersebut secara manual. Memiliki sikat kolam yang fleksibel di segala area akan sangat membantu.

Tingkat Ketinggian Air

Untuk menjadikan sistem sirkulasi berjalan sebagaimana mestinya, pastikan ketinggian air kolam renang Anda selalu pada batas yang direkomendasikan. Titik ideal ketinggian air kolam renang dapat Anda ambil patok dari titik tengah skimmer. Pastikan ketinggian air mencapai setengah dari skimmer, sehingga kotoran-kotoran yang mengapung dapat tersaring dan terkumpul di skimmer, dan akan lebih memdahkan Anda saat melakukan penjaringan kotoran besar seperti dedaunan, ranting, plastik, serangga dll menggunakan jala kolam renang. Lebih detail tentang ketinggian air dan dampak-dampaknya dapat ANda simak di artikel berikut ini. Penting untuk Kontrol Ketinggian air kolam renang

Written by / 114 Articles

Kami adalah Kontraktor Kolam Renang menangani desain,pembuatan,perawatan dan renovasi kolam renang dengan pengalaman puluhan tahun dan klien yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa. Kami mengutamakan kualitas dan kepuasan Pelanggan. Info dan Konsultasi hubungi: 081287115614

error: Content is protected !!
LIVECHAT WHATSAPP