Blog

HomeArtikelPerbandingan Shock Treatment Dengan Klorin dan Tanpa-Klorin
Jasa Pembuatan Kolam Renang JogjaJasa Pembuatan Kolam Renang Jogja

Perbandingan Shock Treatment Dengan Klorin dan Tanpa-Klorin

“Bisakah kolam renang bebas dari penggunaan bahan kima klorin?” beberapa waktu lalu, tim kami mendapat pertanyaan yang intinya menanyakan hal itu. Nah, salah satu cara meminimalkan penggunaan bahan kimia klorin adalah mengganti bahan tersebut dengan bahan lain yang tentunya memiliki fungsi sama sebagai penangkal pertumbuhan kontaminan di air kolam renang. Karena kepouleran klorin, bahan pengganti atau alternatifnya seringkali di kelompokkan menjadi non-chlorine ( bukan klorin ). Karena masih ada beberapa masyarakat yang ragu dan takut untuk menggunakan klorin sebagai bahan pembersih kolam renangnya. Akibat isu-isu yang beredar bahwa klorin berbahaya bagi kesehatan, penyebab iritasi mata dan kulit, gatal-gatal, bau di air kolam dan lain sebagainya. Padahal klorin bukanlah penyebab utama dari permasalahan tersebut. Selengkapnya tentang ini, bisa Anda simak di chlorine dan chloramine.

Pertanyaannya tentu berlanjut pada “lebih baik mana, menggunakan chlorine untuk shock treatment atau non-chlorine?” Inginnya saya menjawab lebih baik A dari B, dengan singkat. Namun, kembali lagi hal ini tergantung pada kondisi kolam renang masing-masing. Sehingga jawabannya perlu penjelasan termasuk dari keunggulan serta kekurangan chlorine dengan non-chlorine untuk shock treatment.

Kedua bahan untuk shock treatment ini prinsipnya sama, yaitu sebagai pengoksidasi atau oksidator yang akan menghancurkan kontaminan organik (khususnya) hanya dalam beberapa menit, tapi hanya satu yang benar-benar disinfektan, bakterisida, dan herbisida.


Non-Chlorine Shock

Shock treatment tanpa menggunakan klorin ini sudah banyak tersedia berbagai macam produk dipasaran. Umumnya, prodak non-chlorine shock mengandung oksigen, dengan garam potasium. Seing kali juga disebut shock MPS, yang merupakan kependekan dari monopersulfate, dan tentunya semua hal punya kelebihan dan kekurangan. Jika prodak Non-Chlorine Shock ini dibandingkan dengan 3 tipe prodak chlorine-shock, akan terlihat :

(+) Kelebihan

  • Cepat terlarut dan bereaksi, tidak berbau, dan tidak bersisa
  • pH seimbang, dan tidak mempengaruhi pH air
  • Mengoksidasi kontaminan organik untuk memurnikan air kolam
  • Mampu mengurai chloramine dan amonia
  • Tidak perlu dilarutkan saat pengaplikasiannya langsung dapat ditabur ke kolam renang.
  • Tidak akan mengikis ataupun memelarkan vinyl ataupun baju perenang.
  • Tidak mempengaruhi kadar kalsium atau CYA di kolam renang

(-) Kekurangan

  • Harganya sedikit lebih mahal dari Chlorine untuk Shock Treatment
  • Tidak terlalu efektif untuk pengendalian Alga / gangang
  • Tidak terlalu efektif untuk Pengendalian bakteri

Direkomendasikan Menggunakan Non-Chlorine Treatment Untuk :

  • Menghilangkan Chloramine : Non-Chlorine treatment akan efektif dan efisien untuk menguraikan combined chlorine atau chloramine, menghilangkan bau klorin, tidak menyebabkan iritasi mata merah, tanpa efek penambahan kadar klorin yang menjadi meningkat jika dibanding chlorine shock treatment. Namun menariknya, non-chlorine shock ini akan menggangu reagen penguji Total Chlorine, sehingga akan memberikan hasil seakan akan ada chloramine di kolam renang, padahal chloramine sudah di uraikan. Sehingga Anda perlu reagen jenis lain untuk menghilangkan interfrensi dari MPS ini setelah non-chlorine shock.
  • Membasmi Kontaminan Organik : non-chlorine shock ini juga cukup efektif untuk perawatan harian dalam membasmi kontaminan organik seperti yang dibawa oleh debu, kotoran, dedaunan, serangga, hewan, termasuk minyak dan kulit mati dari perenang. Sehingga akan membantu kerja chlorine di kolam renang serta cukup meringankan kerja filter, sehingga sinitasi dan filterasi akan berjalan lebih efisien.

Chlorine Shock

Chlorine untuk chock treatment hadir dengan tiga variasi – Cal Hypo, Lithium Hypo, dan Dichlor. Cal Hypo atau Calcium Hypochlorite menjadi senyawa yang paling sering digunakan untuk shock treatment karena harganya yang murah dan tersedia dua kategori yang biasa dan super. Lithium Hypo tidak mengandung kalsium dan larut di air lebih cepat dibanding variasi sebelumnya, tapi kekuatannya sedikit lebih rendah dibanding variasi lain, harganya juga lebih mahal dibanding Cal Hypo. Sedangkan Di-chlor memiliki bentuk butiran yang telah senyawanya lebih stabil. Memiliki kandungan CYA yang akan memberikan perlindungan dari sinar matahari sehingga akan bertahan lebih lama dari variasi yang lain tanpa perlu tambahan CYA yang signifikan.

(+) Kelebihan

  • Cepat terlarut, bereaksi, dan aktif bekerja
  • Mengoksidasi kontaminan organik
  • Mengurai chloramine dan amonia
  • Membunuh gangang dan bakteri untuk mendisinfeksi air
  • Cara paling murah untuk shock treatment ( cal hypo )

(-) Kekurangan

  • Dalam pengunaannya dianjurkan untuk melarutkan klorin jenis butiran terlebih dahulu, untuk melindungi permukaan kolam renang
  • Perlu adanya proses menunggu dan penonaktifan kolam renang ( tidak boleh digunakan ) setidaknya 12-24 jam setelah shock treatment, tergantung kondisi.
  • Meningkatkan kadar klorin air cukup drastis, jika tidak ada kontrol yang tepat dapat merusak permukaan dinding dan lantai kolam renang.
  • Miningkatkan tingkat pH air, kecuali tipe Dichlor ( namun, terkadang menjadi nilai positif jika dimanfaatkan pada kondisi tertentu )
  • Umumnya memiliki resiko cukup tinggi saat disimpan dan digunakan serta berbau cukup kuat. Sehingga diharuskan menggunakan perlengkapan keamanan saat berinteraksi dengan bahan kimia ini.
  • Seringkali terlihat sisa-sisa klorin yang tidak terlarut baik, terlihat butiran-butiran kecil di air kolam renang sehingga air terlihat berawan / keruh.

Baik digunakan untuk :

Selain melakukan pekerjaan pembasmian kontaminan dan kloramin yang juga dapat dilakukan oleh non-chlorine shock ( yang telah dibahas di atas ), chlorine shock juga akan membasmi bakteri dan gangang di kolam renang.

  • Pembasmian Alga / gangang : Chlorine Shock sangat efektif untuk menghadapi gangang / alga, termasuk dalam kondisi alga sudah parah. Non-chlorine shock masih tetap efektif membasmi alga yang masih dini / belum parah, namun kurang efektif untuk membasmi alga yang sudah terlanjur berkembang dan banyak. Seperti saat terjadi pertumbuhan gangang hijau, yang menyebabkan warna air kolam renang terlihat berwarna hijau, non-chlorine tidak mampu untuk menangani permasalahan ini secara signifikan. Namun , shock chlorine akan bekerja dengan baik dengan kondisi kadar mencapai 30 ppm ( dengan tingkat pH yang sesuai dan kadar alkalinitas serta kalsium yang seimbang), dan gangang akan cepat terbasmi dan mati.
  • Pembasmian Bakteri : Penggunaan klorin terutama yang bertipe butiran-butiran, akan membunuh bakteri dengan menembusnya jauh hingga ke dalam membran sel kontaminan, sampai nukleus dan akan menghancurkan kontaminan dari dalam ke luar. Memberikan kejutan / shock pada kolam renang akan secara cepat membasmi bakteri. Namun, untuk varietas bakteri tertentu yang memiliki pertahanan membran yang kuat akan mempersulit klorin untuk membunuhnya karena tidak dapat menembus membran dan tidak dapat masuk ke nukleusnya. Untuk bakteri patogen, yang sering kali menjadi penggangu kesehatan, perawatan air dengan shock klorin akan menetralkan 100% kuman, sehingga air akan bersih, sehat, dan bebas dari kuman-kuman penggangu kesehatan perenang.

Jadi, Mana yang lebih baik ?

Shock Treatment Non-Chlorine terlihat memiliki banyak keuntungan, dapat digunakan untuk bahan penetralan dan perawatan kolam renang harian / rutin Anda. Dengan menggunakan non-chlorine shock, kolam renang akan terhindar dari kenaikan kadar klorin yang drastis, dan akan dapat lebih cepat digunakan dibanding harus menunggu 12-24 jam. Selain itu, non-chlorine shock juga sangat efektif membasmi chloramine yang sangat menggangu kenyamanan dan kesehatan kolam renang.

Namun, jika terjadi permasalhan kolam renang yang melibatkan alga/ gangang, bakteri dan lain sebagainya, sebaiknya Anda menggunakan shock treatment chlorine. Karena lebih efektif dalam pembasmian kedua kontaminan tersebut.

Akan tetapi, penggunaan klorin untuk perawatan harian juga tidak salah, hanya saja perlu ketelitian lebih dalam mengatur kembali keseimbangan air kolam renang. Selain itu, juga perlu kehati-hatian lebih ekstra, pastikan Anda selalu menggunakan alat keamanan saat berinteraksi dengan bahan kimia seperti kacamata pelindung, masker, sarung tangan yang tahan dengan bahan kimia, dan perlengkapan lainnya

Catatan : Selalu perhatikan label yang tertera di setiap produk bahan kimia kolam renang untuk menentukan cara, dosis dan prosedur penggunaan yang direkomendsaikan. 

Written by / 79 Articles

Kami adalah Kontraktor Kolam Renang menangani desain,pembuatan,perawatan dan renovasi kolam renang dengan pengalaman puluhan tahun dan klien yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa. Kami mengutamakan kualitas dan kepuasan Pelanggan. Info dan Konsultasi hubungi: 081287115614

Like Fanspage Kolamrenangpro
Or wait 15 seconds
error: Content is protected !!