Blog

HomeArtikelPenyebab Air Kolam Renang Keruh Putih / Berawan Setelah Hujan Deras
Jasa Pembuatan Kolam Renang JogjaJasa Pembuatan Kolam Renang Jogja

Penyebab Air Kolam Renang Keruh Putih / Berawan Setelah Hujan Deras

Akan sangat menyebalkan, ketika kita sudah melakukan perawatan kolam renang, tiba-tiba hujan deras turun. Mau tidak mau, adanya air eksternal yang masuk ke air kolam renang akan mempengaruhi kondisi, terutama keseimbangan kimia air kolam renang. Terlebih lagi, jika curah hujan yang tinggi menyebabkan kolam renang meluap, ditambah lagi jika kontruksi dek kolam renang didesain dan dibangun tanpa perencanaan sistem pengaliran air, tentu akan banyak kontaminan, tanah, bakteri, debu, dll dari lantai yang akan dibawa oleh air hujan masuk ke kolam renang. Hem….

Terjadinya perubahan kejernihan air yang tiba-tiba menjadi keruh berawan setelah hujan bukanlah hal yang perlu dikhuatirkan secara berlebih. Hanya saja, perlu adanya penanganan kolam renang. Lakukanlah penanganan kolam renang setelah hujan lebat yang akan kami sampaikan di akhir artikel ini. Sebelum ke sana, mari kita simak penyebabnya kenapa air kolam renang berubah menjadi keruh.

Hal yang dapat menjadi faktor pemicu air kolam renang berubah menjadi keruh setelah hujan adalah.

  • Chlorine

Klorin atau Chlorine merupakan unsur kimia yang sering digunakan sebagai disinfektan air kolam renang. Karena telah teruji dan di akui kemampuannya dalam membasmi segala macam kontaminan, serta harga produk yang terjangkau. Kandungan chlorine di kolam renang akan membunuh berbagai macam jenis bakteri di air, akan tetapi, clorine perlu di tambahkan secara continu dan terukur. Karena seiring klorin bekerja, ia akan terkombinasi dengan unsur lainnya atau klorin juga rentan terhadap sinar matahari yang dapat membuatnya menguap. Sehingga, kadar atau tingkat klorin di kolam renang perlu di uji secara rutin dan dilakukan penyeimbangan jika diperlukan. Nah, kaitannya dengan hujan adalah, ketika terjadi hujan cukup deras, kadar atau tingkat klorin di air kolam renang tetap sama seperti sebelumnya, tapi, terjadi perubahan pada banyaknya air dan kontaminan yang masuk ke kolam renang yang terbawa angin dan hujan. Perubahan ini juga dapat memicu reaksi dan keseimbangan air kolam renang lainnya, karena kimia air kolam renang mempengaruhi antar satu elemen dan lainnya sehingga setelah hujan lebat, bisa membuat kolam renang terlihat keruh atau berawan, terutama jika kadar klorin di kolam renang turun drastis. Lakukanlah pengecekan chlorine secara rutin dan melakukan penyesuaian sesuai dengan takaran atau dosis yang dianjurkan.

  • Fosfat / Phosphate
    Phosphate tidaklah ditambahkan secara langsung ke kolam renang. Kandungan ini secara tidak disadari masuk ke area kolam renang, sehingga dapat dikategorikan sebagai faktor eksternal. Nah, kandungan fosfat yang entah dari mana datangnya ini (semisal dari rerumputan, tanah, bodylotion dll) bisa terbawa oleh air hujan masuk ke area kolam renang dan terlarut di air kolam renang. Jika terkandung cukup banyak unsur fosfat di air kolam renang, akan menyebabkan alga atau bakteri tumbuh dan berkembang lebih cepat / subur.
  • Bakteri
    Ketika organisme berukuran mikro ini terkumpul dan membentuk lapisan dinding, akan menyebabkan pemandangan air yang keruh. Hal ini akan lebih terlihat jelas jika Anda menggunakan lampu atau penerangan yang cukup di area kolam renang.  Air yang jernih akan meneruskan cahaya dari lampu dan sebagian dari cahaya akan dipantulkan (seperti cermin). Akan tetapi, jika kondisi air kolam renang keruh, bakteri atau kontaminan yang jumlahnya meningkat secara signifikan dan berkumpul, cahaya yang masuk ke kolam renang tidak akan diteruskan Sehingga air akan terlihat keruh dengan jelas. Ada kemungkinan pertumbuhan atau perkembangan bakater / kontaminan di area kolam renang inilah yang menyebabkan kolam renang Anda keruh.
  • Alga / ganggang
    Hampir sama seperti bakteri, akan tetapi alga tergolong ke jenis organisme tumbuhan yang berukuran mikro yang dapat tumbuh dan berkembang saat mendapatkan  cahaya matahari, air, udara, nitrat, dan fosfat. Pada kasus kolam renang, udara, air dan cahaya tidak dapat kita kendalikan, karena ini dari alam. Sehingga kita hanya mampu melakukan pencegahan dengan memanfaatkan algaesida / algaecide . Nah, penyebab utama keruhnya air kolam renang setelah hujan yang lebat adalah masukknya sejumlah nitrat dan atau fosfat ke dalam kolam renang, sehingga memicu pertumbuhang alga dan bakteri.

    Sesaat setelah kandungan nnitrat dan fosfat masuk ke kolam renang, unsur dan senyawa ini akan terlarut di air kolam renang dan menjadikan kondisi air kolam renang kita memenuhi ke-5 sarat pertumbuhan alga. Sama halnya dengan bakteri, alga yang tumbuh secara signifikan dan berkumpul pada area tertentu akan membentuk formasi semacam lapisan. Bedanya, alga cinderung merepresentasikan warna  dan alga tidaklah secara langsung menggangu kesehatan manusia. Bukan berarti kita terus mendiamkannya begitu saja, karena pertumbuhan organisme ini secara tidak langsung juga akan memicu pertumbuhan dan perkembangan organisme bakteri dan kontaminan lainnya yang dapat menggangu kesehatan. Lagi pula, siapa yang mau berenang di air yang terlihat keruh ?

  • Debu
    Angin, air terutama saat hujan lebat juga akan memicu dan membawa sejumlah debu yang masuk ke kolam renang kita. Di dalam debu, terdapat banyak kandungan unsur-unsur, spora alga, atau bakteri. Sehingga, masukknya debu ke kolam renang yang membawa berbagai macam kontaminan ini dapat menjadi faktor awal yang menyebabkan kolam renang kita keruh. Untuk menghilangkan sejumlah debu, kita dapat melakukan proses pembersihan lantai dengan proses vakum. Jika diperlukan, Anda dapat menggunakan chemical atau bahan kimia yang dapat mengikat debu dan kotoran mikro yang masuk ke kolam renang seperti tawas atau PAC.

Nah, dari faktor-faktor penyebab keruhnya air kolam renang di atas, kita ketahui dengan adanya hujan yang deras dan angin dapat membawa berbagai macam kontaminan ke dalam kolam renang.  seperti asam dari air hujan itu sendiri, serangga, guguran dari pohon, debu, pasir, dan bahkan hingga unsur-unsur yang tak terlihat mata. Kombinasi dan reaksi dari beberapa hal tersebut dapat menyebabkan air kolam renang menjadi keruh setelah hujan. Nah, jangan kuwatir, berikut ini solusi dari masalah tersebut.

Jika kita berada di rumah, dan mengetahui akan ada hujan, selalu pastikan bahwa kondisi kima air kolam renang Anda ideal dan seimbang sebelum hujan turun dan nyalakan sistem sirkulasi dan filterasi selama hujan. Akan sangat membantu dan penting untuk menjalankan sistem sirkulasi serta filterasi air kolam renang saat kondisi cuaca hujan lebat, tetapi, pastikan Anda mengetahui bahwa semua peralatan elektronik dan kelistrikan terlindungi dari air hujan. Karena, kondisi ini cukup ekstrim dan dapat menyebabkan korsleting pada listrik di pompa atau segala macam peralatan elektronik maupun mesin dengan tenaga listrik.

Jika Anda tidak di rumah ataupun Anda ingin memperingan pekerjaan perawatan setelah hujan. Tutuplah kolam renang di rumah dengan cover khusus kolam renang. Cover ini akan meminimalisir air hujan yang masuk ke area kolam renang serta menampung berbagai macam debu, kotoran, dedaunan, atau kontaminan lain untuk langsung masuk ke kolam renang.

Selalu dan biasakan untuk melakukan penyeimbangan kimia air kolam renang ulang setelah hujan lebat reda. Tindakan ini perlu dilakukan untuk mencegah alga, bakteri, dan kontaminan lain untuk berkembang. Bertambahnya volume air kolam renang serta masuknya berbagai kontaminan setelah hujan lebat, kondisi air kolam yang terbuka cukup mengalami perubahan keseimbangan yang drastis. Namun, dengan menggunakan cover kolam renang, Anda dapat meminimalisir perubahan drastis, sehingga saat melakukan penyesuaian kondisi kimia air, Anda tidak perlu repot untuk menambahkan lebih banyak chemical dan melakukan pengukuran secara berulang-ulang.

Hal yang berhubungan dengan lingkungan sekitar kolam renang yang dapat mempengaruhi perubahan kondisi air setelah hujan adalah sistem perairannya. Beberapa waktu lalu kami mendapati keluhan dari seorang client yang mengatakan di kolam renangnya terdapat banyak endapan lumpur atau tanah, sehingga kolam terlihat agak kecoklatan. Setelah kami lakukan survei, ternyata kiri dan kanan kolam renang tertutup dengan tembok ( rumah dan pagar keliling) dan kontruksi lantai dak di sekeliling area kolam renang rata ( tidak di buat miring ke luar ), dan yang menjadi pengaruh terbesar adalah atapnya yang terbuat dari genteng ( tanah liat ), kemiringannya mengarah tepat di pinggir area kolam renang, sehingga cukup membawa banyak kotoran. Hal ini yang kami coba jelaskan kepada client tersebut, dan menyarankan untuk mengatapi area kolam renang dan lebih baik untuk menjadikannya kolam renang indoor. Alternatif lain adalah membeli cover kolam renang.

Hujan juga dapat menaikkan tingkat TDS, ya itulah apa yang sempat terpikirkan oleh beberapa orang. Tapi, air hujan sesungguhnya memiliki nol TDS, itu seperti air suling murni, jadi kenapa bisa meningkatkan TDS kolam renang Anda?. Air hujan murni yang memiliki 0 TDS ini melewati udara dan menyerap seperti polusi, debu, kontaminan lain tapi hanya sedikit unsur padat yang diserapnya dari udara. Justru setelah air mendarat ke tanah, atap, atau area lain, dan mengalir ke kolam renang lah yang menyebabkan TDS air kolam renang meningkat. Nah, ketika TDS air kolam renang mencapai lebih dari  2500, hal inijuga  dapat menimbulkan air kolam renang tampak keruh.

Jangan lupa untuk melakukan shock treatment untuk membasmi segala kontaminan bakteri dan alga yang masuk ke kolam renang disaat hujan deras dan terbawa angin.

Written by / 114 Articles

Kami adalah Kontraktor Kolam Renang menangani desain,pembuatan,perawatan dan renovasi kolam renang dengan pengalaman puluhan tahun dan klien yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa. Kami mengutamakan kualitas dan kepuasan Pelanggan. Info dan Konsultasi hubungi: 081287115614

error: Content is protected !!
LIVECHAT WHATSAPP