Blog

HomeArtikelKolam Renang Keruh Setelah Shock Teratment? | Ini Penyebabnya
Jasa Pembuatan Kolam Renang JogjaJasa Pembuatan Kolam Renang Jogja

Kolam Renang Keruh Setelah Shock Teratment? | Ini Penyebabnya

Melanjutkan pembahasan tentang masalah-masalah yang terjadi di air kolam renang. Sebelumnya kita telah melihat bagaimana mengatasi masalah alga hijau, kuning / mustard , dan hitam beserta pencegahannya. Karena cukup banyak pesan yang masuk menanyakan permasalahan ini, maka pada kesempatan ini, kami mengangkat pembashasan 5 alasan kenapa  kolam renang yang menjadi keruh putih setelah Shock Treatment.

“Setelah menambahkan kaporit (Cal-hypochlorite) bubuk atau pemberian perawatan kejutan dengan klorin, air berubah menjadi keruh putih atau susu, berawan, berkabut atau apapun Anda menyebutnya, berikut ini alasan di balik munculnya masalah tersebut”.

Ada kemungkinan atau kecinderungan penyebab utama terjadinya masalah ini adalah bahan kimia yang Anda gunakan untuk Shock Treatment. Pada beberapa kasus, kualitas dari bahan kimia yang Anda gunakan menjadi penyebabnya, tapi paling sering menjadi penyebab keruhnya kolam renang adalah reaksi demi reaksi yang terjadi di sana. Apa yang kami maksud adalah, ketika keseimbangan kimia air kolam renang tidak ideal atau tidak sebagai mana di rekomendasikan oleh standar, akan menyebabkan reaksi di luar kendali saat kita menambahkan bahan kimia shock treatment. Nah, klorin atau kaporit yang digunakan sebagai bahan kimia untuk shock treatment akan bereaksi dan menyebabkan beberapa unsur kimia yang seharusnya terlarut dengan air menjadi terpisah, sehingga menyebabkan ia terlihat (yang membentuk kabut keruh / warna putih di air).

Umumnya, air kolam renang yang keruh setelah Shock Treatment, dapat diatasi dan dijernihkan kembali dalam waktu sehari.   Teruslah menjalankan sistem sirkulasi dan filterasi, serta jika diperlukan tambahkan clarifier untuk lebih mengoptimalkan kinerja filter kolam renang.

Penyebab kenapa air kolam renang menjadi keruh putih berawan setelah pemberian kaporit (Cal-Hypochlorite)

  1. Tingginya pH dan/atau Alkalinitas – Ketika pH air kolam renang di atas 7.6, beberapa persen dari klorin / kaporit yang kita tambahkan saat shock treatment akan pasif dan tidak bekerja, karena klorin akan lebih optimal bekerja pada saat konidisi pH air kolam renang rendah (direkomendasikan antara 7.2-7.4 sehingga tetap pada tingkat ideal). Sedangkan alkalinitas atau alkalinity dekat eratannya dengan pH, ketika Alkalinity terlalu tinggi akan menyebabkan pH air kolam renang sulit turun, dan hal ini menjadi penyebab senyawa bicarbonate menjadi mudah terlepas dari larutan dan menyebabkan kolam renang menjadi berawan keruh putih. Gunakanlah bahan kimia penurun pH untuk menurunkan Total Alkalinity.
    Artikel Terkait : Mengenal Alat dan Cara Menguji Keseimbangan pH Kolam Renang
  2. Tingginya Tingkat Calcium Hardness – Banyaknya Kandungan kaslium di air kolam renang sering di sebut dengan istilah kimia kolam renang Calcium Hardness. Jika Anda menggunakan sumber air yang memiliki tingkat CH Di atas 500, untuk bahan kimia disinfectan sebaiknya hindari menggunakan Kaporit (Cal-Hypochlorite). Karena kaporit mengandung unsur kaslium, menambahkan ini ke dalam air kolam renang, berarti juga menambahkan tingkat CH air kolam renang. Menggunakan Kaporit sebagai bahan kimia untuk Shock Treatment setidaknya akan menambahkan 5 ppm di setiap 0.5 kg kaporit yang digunakan. Tingkat CH yang direkomendasikan untuk kolam renang antara 180 -220 ppm, pastikan Anda tidak saah mengerti Ch dengan TDS.
    Artikel Terkait : Mengenal Alat dan Cara Menguji Calcium Hardness Kolam Renang
  3. Tingginya Tingkat Stabiliser atau CYA (Cyanuric Acid) – Hal yang hampir mirip seperti poin pertama, serbuk berwarna putih lain yang terlarut ketika ditambahkan ke dalam air atau masuk ke air bersamaan dengan klorin (produk klorin dengan CYA sebagai penstabilnya), CYA akan mudah terurai atau keluar dari larutan air kolam renang ketika kadarnya terlalu tinggi. Lakukanlah pengujian tingkat atau kadar CYA atau sering disebut stabilizer setiap bulan atau dua bulan sekali dan pastikan tingkatnya tidak mencapai lebih dari 50 ppm.
    Artikel Terkait : Mengenal Alat dan Cara Menguji Kandungan Stabilizer Kolam Renang
  4. Gangguan pada filter atau pompa – jika kolam renang Anda mendadak berubah berkabut seketika setelah shock treatment, maka bisa jadi penyebab utamanya gangguan atau instalasi sistem sirkulasi kolam renang yang buruk, atau filter kolam renang kotor / terlalu kecil (kapasitas tidak sesuai dengan yang dibutuhkan kolam renang) atau bisa terjadi jika pompa kolam renang tidak menayla atau mensirkulasikan air selama waktu yang dibutuhkan untuk mensirkulasi keseluruhan air kolam renang (direkomendasikan 12 jam saat setelah melakukan shock treatment). Hal-hal itu dapat menyebabkan air tidak berputar dan shock treatment yang di berikan tidak segera terlarut dan terdistribusikan dengan baik.
    Artikel Terkait : Memahami Indikator Kontrol Tekanan Air
  5. Tipe Bahan Kimia : kaporit atau (Cal-Hipo) menjadi bahan kimia yang paling umum digunakan sebagai bahan kimia dasar produk disinfektan kolam renang. Karena harganya yang terjangkau dan kemampuan yang sudah diakui. Seperti dijelaskan sebelumnya, senyawa kaporit mengandung kalsium yang kebanyakan tidak terlarut secara baik, yang disebabkan cukup banyak faktor (beberapa faktornya telah disebutkan di atas). Kebanyakan keluhan berkabutnya air kolam renang setelah shock treatment terjadi pada mereka yang menggunakan senyawa ini untuk bahan kimia shock treatment.
    Jika Anda kurang menyukai hal tersebut, gunakanlah bahan kimia lain (alternatif) untuk shock treatment. Anda dapat menggunakan Non-Chlorine shock atau menggunakan chlorine shock tanpa kalsium (Lithium hypo chlorite) akan aman dan cepat terlarut di air kolam renang.
    Artikel Terkait : Perbandingan SHock Treatment klorin dan non-klorin

Akan tetapi, dari ke-5 hal di atas, yang pertama perlu kita perlu parhatikan sebelum shock treatment adalah kondisi keseimbangan air kolam renang. Karena umumnya air kolam renang berubah menjadi keruh putih setelah pemberian shock treatment disebabkan oleh reaksi-reaksi dari klorin dan stabilizer dengan elemen-elemen keseimbangan kimia air kolam renang.

Written by / 114 Articles

Kami adalah Kontraktor Kolam Renang menangani desain,pembuatan,perawatan dan renovasi kolam renang dengan pengalaman puluhan tahun dan klien yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa. Kami mengutamakan kualitas dan kepuasan Pelanggan. Info dan Konsultasi hubungi: 081287115614

error: Content is protected !!
LIVECHAT WHATSAPP