Blog

HomeArtikelKESALAHAN Saat Pengujian Air Kolam Renang
Jasa Pembuatan Kolam Renang JogjaJasa Pembuatan Kolam Renang Jogja

KESALAHAN Saat Pengujian Air Kolam Renang

Kimia di kolam renang menjadi topik favorit yang sering kami tulis di artikel-artikel sebelumnya. Karena, banyak e-mail dan pesan pertanyaan yang masuk ke TIM kami menanyakan tentang penggunaan bahan kimia, dengan kondisi atau situasi kolam renang yang mereka jelaskan melalui pesan tersebut. Dari situ, dengan informasi yang kami dapat dan kondisi kolam renang yang dijelaskan, kami dapat mengambil kesimpulan dan memberikan jawaban sesuai kondisi yang tertera di pesan. Namun, informasi yang kami dapatkan hanya sebatas isi dari pesan tersebut, berbeda halnya jika Anda mengundang kami langsung untuk survei ke lokasi kolam renang Anda, sehingga penanganannya akan lebih spesifik.

Salah satu hal yang sering terjadi, ketika seseorang memberikan informasi kondisi keseimbangan air yang tidak akurat dengan kondisi sebenarnya. Sehingga, permasalahan kolam renangnya tidak kunjung selesai. Nah, oleh karena itu, artikel kali ini kami tulis dengan tujuan agar Anda dapat meminimalisir kesalahan uji air kolam renang. Indikator, serta tingkat kadar-kadar keseimbangan kolam renang PERLU kita dapatkan secara AKURAT. Sehingga, penanganan dan chemical yang diberikan TEPAT sesuai kondisi.

Tes Kit atau Uji Strip ?

Maaf, tapi Anda akan kesulitan untuk mendapatkan hasil yang akurat jika menggunakan tes strip saat menguji kondisi air kolam renang. Alat ini menggunakan warna sebagai indikator pembedanya, dan cukup sulit untuk membedakannya. Ada kemungkinan 20% salah pembacaan, hingga tergeser 1 tingkat dari kondisi sebenarnya. Penyebab yang sering mengakibatkan kesalahan pembacaan dan hasil uji adalah menggunakan tes strip. Terlebih lagi, jika alat ini sudah cukup lama di simpan, sehingga mengurangi sensitifitas serta fungsinya untuk alat uji. Tes strip dapat Anda gunakan sebagai alternatif, atau perawatan rutin harian. Karena biayanya yang cukup murah dibanding harga tes kit. Selama strip berada di angka 7, berarti air kolam renang masih Aman. Namun, untuk mendapat hasil yang lebih akurat, terutama saat chemical treatment sebaiknya Anda menggunakan Tes Kit.

Mungkin Harga menjadi keluhan beberapa pemilik kolam renang. Namun, coba bandingkan dengan hasil uji yang akurat sehingga kolam renang mendapat perawatan yang tepat. Jika terjadi kesalahan hasil uji, kondisi air kolam renang Anda tidak benar-benar ideal.  Atau, sebagai langkah alternatif, Anda dapat menyerahkan permasalahan uji dan perawatan kimia kepada Penyedia Jasa Perawatan Kolam Renang di dekat wilayah Anda.

Permasalahan yang sering menggangu saat Tes pH

  1. Kadar Chlorine yang Sangat Tinggi ( Lebih dari 20 ppm) dapat merubah sampel air yang digunakan untuk tes pH dengan memberikan hasil uji warna merah / ungu. Mungkin, Anda dapat menurunkan kadar klorin pada air sampel yang diambil, seperti menambahkan sodium thiosufate ke air sampel untuk menghilangkan klorin sebelum menambahkan reagen untuk uji pH. Namun, Anda akan tetap mendapat hasil yang tidak akurat, sebelum kadar klorin dibawah 10 ppm.
  2. Kadar Alkalinity yang sangat Rendah dapat menyebabkan kesalahan pada hasil uji pH, Karena tingkat pH larutan indikator pH relatif sekitar 7.5. Pada kolam dengan tingkat alkalinitas yang rendah, akan berakibat sampel untuk uji pH mengalami perubahan yang cepat dan tingkat pH nya akan naik drastis, Hanya karena menambahkan 5 tetes dari reagen untuk uji pH ( yang memiliki tingkat pH 7.5), tingkat pH pada reagen akan mempengaruhi sampel air kolam renang Anda, sehingga hasil tes pH air akan naik dari yang seharusnya di bawah 7.5.
  3. Melampaui batas alat uji. Pengujian air kolam renang yang memiliki pH melebihi batas atas atau bawah alat uji akan menyebabkan hasil uji yang salah. Semisal Antara pH 7.0 dan 8.0, Anda dapat melihat perubahan kecil pada warna sampel yang telah ditambahkan reagen dan hasil yang Anda dapat akan akurat pada range tersebut. Namun, saat pH air berada di bawah 7 atau diatas 8, warna hasil tes tidak akan memiliki perubahan drastis.

Semisal pH air sesungguhnya adalah 8.4, namun dari hasil warna yang ditampilkan di alat uji akan terlihat seperti 9. Atau, saat pH air sebenarnya adalah 5.8 namun hasil uji terlihat seperti 6.
Buatlah penambahan ataupun penyesuaian dengan bahan kimia untuk menaikkan ataupun menurunkan pH di air kolam renang, jika pH berada di luar kisaran 7.0-8.0 untuk menghindari melebihi batas alat uji.

Permasalahan saat tes tingkat Alkalinitas Air kolam renang

  1. Kadar Klorin Yang Terlalu Tinggi. Nah, kesalahan seperti ini sering terjadi saat Pemilik Kolam renang melakukan tes TA air kolam setelah Shocking Treatment. Idealnya atau seharusnya setelah melakukan Shock Treatment menggunakan Klorin, Anda harus membiarkan kondisi kolam renang dan jangan digunakan hingga kadar klorinnya kembali ideal. Barulah setelah kondisi klorin di air kolam renang ideal, Anda dapat melakukan uji-uji keseimbangan air. Sehingga tidak ada gangguan atau permasalahan akibat kadar klorin yang masih tinggi dan mempengaruhi hasil uji TA dan pH seperti di jelaskan sebelumnya. Biasanya, masalah gangguan saat tes TA pada kondisi air yang memiliki klorin tinggi akan memperlihatkan hasil warna kuning bening atau bahkan jernih.
  2. Kontribusi dari Cyanuric Acid, Saat melakukan pengetesan kadar TA, hasil yang anda dapat berasal dari unsur dan senyawa karbonan, bikarobnan, dan juga cyanuric acid. Jika kolam Anda mengandung kadar CA (sebagai chlorine stabiliser ), CA akan mempengaruhi hasil uji dan menyebabkan kesalahan dan hasil yang tinggi. Nah, untuk mengimbangi kontribusi dari ketiga senyawa dan unsur tadi, Anda perlu mengurangi setidaknya 1/3 dari tingkat Asam Sianurat di kolam renang dari hasil uji Alkalinity / alkalinitas air kolam renang. Sebagai contoh, jika tes Sianurat kolam renang Anda menunjukkan tingkat 60 ppm CYA, kurangi hingga 20 ppm dari seluruh pembacaan alkalinitas tadi.
  3. Tingginya tingkat Algaecide, Terutama setelah Anda melakukan pembasmian alga / ganggang di kolam renang. Sebagai contoh, saat kolam renang terlihat hijau, Anda menggunakan algaecide untuk pembasmian gangang. Sehingga, konsentrasi algaecide di air kolam menjadi tinggi dan akan mempengaruhi hasil uji Alkalinitas. Hasilnya akan lebih rendah dari pada kondisi kadar Alkalinitas yang sebenarnya sehingga pembacaan alat uji menjadi salah atau tidak akurat.

Permasalahan saat uji klorin.

  1. Kadar klorin yang terlalu tinggi,- Satu hal lagi yang dapat terpengaruh akibat kadar klorin yang terlalu tinggi, yaitu hasil uji klorin itu sendiri. Kadar klorin yang terlalu tinggi akan berdampak pada sampel yang Anda ambil. Sampel terlihat keruh putih berawan selah diberi reagen penguji. Atau reagen ini akan tergangu akibat bereaksi dengan klorin yang terlalu tinggi. Reagen penguji akan termurnikan oleh klorin yang tinggi sehingga akan menggangu hasil pembacaan kadar klorin. Nah, untuk mengukur kadar klorin yang terlalu tinggi ini, Anda dapat melakukan penambahan air murni. Semisal Ambil setengah wadah sampel air dari kolam, lalu tambahkan setengahnya dengan air murni. Hasil tes dari campuran itu nantinya perlu Anda kalikan dua untuk memperoleh perkiraan hasil kadar klorin kolam renang. Namun, tentunya ini bukan solusi yang akan memberikan hasil akurat, cara ini hanya digunakan untuk memastikan apakah kadar klorin kolam renang terlalu tinggi.
  2. Non-Chlorine Shock. Sama seperti pengaruh kadar klorin yang tinggi terutama saat setelah melakukan shocktreatment. Non-chlorine shock dengan konsentrasi yang tinggi juga akan mempengaruhi nilai hasil pengukuran kadar klorin. Kondisi ini akan memberikan hasil pengujian kadar klorin yang salah dan lebih tinggi dari kondisi kadar klorin sesungguhnya.

Written by / 79 Articles

Kami adalah Kontraktor Kolam Renang menangani desain,pembuatan,perawatan dan renovasi kolam renang dengan pengalaman puluhan tahun dan klien yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa. Kami mengutamakan kualitas dan kepuasan Pelanggan. Info dan Konsultasi hubungi: 081287115614

Like Fanspage Kolamrenangpro
Or wait 15 seconds
error: Content is protected !!