Blog

HomeArtikelKenapa Kolam Renang Tetap Berwarna Hijau?
Jasa Pembuatan Kolam Renang JogjaJasa Pembuatan Kolam Renang Jogja

Kenapa Kolam Renang Tetap Berwarna Hijau?

Cukup sering kami menerima keluhan permasalahan kolam renang yang airnya berubah warna menjadi hijau. Nah, untuk jawaban kenapa kolam renang berubah warna menjadi hijau dan cara penangannya dapat Anda simak di artikel  Ketahui Penyebab Air Kolam Renang Berwarna Hijau

Namun, dari beberapa keluhan tersebut, ada sebagian yang sudah menyertakan hasil uji mandiri kolam renang mereka. Singkatnya, “ Kimia / Keseimbangan air sudah ideal, Saya juga sudah melakukan Shock treatment, menambahkan algaesida atau pembasmi alga, menjalankan sistem sirkulasi dan filter 24 jam, tapi kolam renang kami tetap berwarna hijau. Tolong solusinya.”

Mari kita coba bahas dan uraikan satu per satu.

“Kimia / Keseimbangan air kolam renang sudah seimbang dan ideal. Tapi kolam renang berwarna hijau”

Keseimbangan Kimia Air kolam renang ideal di kisaran pH 7.4 s/d 7.6, Alkalinitas 90 s/d 110 ppm, CA ( calcium Hardness 200 s/d 400 ppm, CYA 20 s/d 30 ppm, Free Chlorine 2 s/d 4 ppm, Combined Chlorine kurang dari 0.3 ppm, TDS kurang dari 1500 ppm, Phosphates kurang dari 300 ppb. Patokan atau tabel ideal air kolam renang mungkin berbeda-beda di beberapa artikel, Namun, jika Anda ambil titik tengah dari range yang ada, Anda akan menemukan nilai atau angka yang sangat berdekatan. Dari satu artikel dan artikel lainnya, ataupun dari sumber satu ke sumber lainnya tentang keseimbangan air kolam renang.

Jika Anda belum melakukan pengujian dengan alat yang akurat dan tingkat error yang kecil pada semua parameter di atas dan melakukan tindakan penyeimbangan air yang diperlukan. Ada kemungkinan kondisi air Anda tidaklah ideal seperti yang Anda lihat di indikator. Gunakan tes kit yang baik dan berkualitas akan meminimalisir terjadinya error dan kesalahan pembacaan alat tes, maupun reagennya.

Karena antara parameter satu dan lainnya saling berkaitan dan berpengaruh, jadi jika ada salah satu elemen keseimbangan air yang tidak ideal, akan mempengaruhi kinerja atau fungsi dari elemen lainnya, baik itu menjadi positif ataupun negatif. Tingkat atau kadar yang terlalu rendah sama tidak baiknya dengan jika tingkat yang terlalu tinggi, di hampir semua kejadian. Akan tetapi, untuk melawan dan membasmi gangang / alga yang sudah bersekala besar, Anda perlu untuk menurunkan tingkat pH dan alkalinity , juga untuk CYA (stabiliser) pada kadar yang tidak terlalu tinggi. Kondisi ini akan membantu chlorine lebih efektif dalam bekerja. Jika pH berada pada tingkat 8.0 , hampir 80% dari chlorine tidak bekerja / tidak aktif, sehingga kinerjanya menjadi lebih lambat untuk disinfeksi kolam renang. Tingginya tingkat CYA juga akan menggangu aktifitas chlorine.


“Sudah dilakukan Shock Treatment, Tapi masih hijau”

Banyak orang yang mengikuti dosis pada label produk klorin / kaporit untuk shock treatment. Biasanya takaran kaporit / klorin yang tertera di label klorin untuk shock sekitar 0.5 kg per 45 meter kubik volume kolam renang atau sekitar 10.000 gal . Namun, hasilnya kolam renang masih hijau. Seperti di jelaskan sebelumnya, kinerja dari klorin dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, sering kali klorin yang dibutuhkan untuk mencapai 30 ppm yang efektif membasmi gangang memerlukan 2 kg chlorine / kaporit per 10.000 gal. Di beberapa kasus juga, saat alga sudah sangat mengkontaminasi kolam, tebal dan kejernihan air sudah sangat kurang, ada kemungkinan Anda memerlukan lebih dari 2 kg klorin / kaporit untuk memberikan shock treatment pada kolam renang dengan volume 45 m kubik atau 10k gal.

Selain memanfaatkan klorin / kaporit Anda juga dapat memberikan PAC dan terusi jika diperlukan membantu proses pengendapan kontaminan di kolam renang. Ada opsi lain juga, jika waktu Anda melakukan shock klorin pada pagi / siang hari, Ada kemungkinan beberapa klorin terurai oleh sinar matahari, pilihlah waktu di sore hari dan pastikan juga pH ada di titik 7.2 untuk kinerja klorin serta masih dalam kadar pH ideal. Lihatlah hasilnuya di keesokan hari, dan ujilah kadar klorin yang ada di kolam renang. Shock treatment memang memerlukan cukup banyak bahan kimia, namun jika Anda benar-benar ingin mengembalikan kondisi kolam renang yang hijau menjadi jernih, dan semua gangang terbasmi, pastikan tidak tanggung-tanggung.


“Sudah saya beri algaesida”

algaecide atau algaesida berfungsi lebih baik untuk pencegahan, dan kurang efektif untuk membunuh gangang / alga yang telah berkembang banyak. Algaesida mungkin masih jarang digunakan untuk kolam renang pribadi. Fungsinya untuk mengontrol dan pencegahan pertumbuhan alga atau gangang. Dan, jika Anda menambahkan algaesida berdekatan dengan shock treatment klorin, klorin akan menyerang atau menghancurkan algaesida, dengan kata lain, klorin dan algaesida yang digunakan secara bersamaan akan menyebabkan klorin tidak aktif bekerja membasmi gangang yang seharusnya. Untuk membasmi gangang / alga, terutama gangang hijau yang umum menggangu kolam renang, gunakanlah chlorine / klorin / kaporit dengan takaran untuk shock treatment seperti yang telah di jelaskan di atas. Setelah kadar klorin / chlorine kembali pada tingkat normal, dan air sudah jernih ( biasanya 1-3 hari) secara alami klorin akan menurun dengan memafaatkan sinar matahari dalam penguraiannya. Barulah Anda dapat menambahkan algaesida untuk pencegahan pertumbuhan kembali alga / gangang, dan lakukanlah secara rutin, masukkanlah dalam daftar perawatan mingguan. Karena, kolam renang yang pernah terserang alga/gangang dengan skala yang parah, kemungkinan pertumbuhan gangang di kemudian hari akan lebih tinggi.


“Sudah menjalankan sistem filter kolam renang”

Apakah Anda sudah menjalankan sistem sirkulasi dan filterasi selama 24jam x 7 hari ? inilah yang kami rekomendasikan saat ingin menjernihkan air dari kolam renang yang hijau. Hal ini sering terabaikan oleh pemilik kolam renang saat mereka menjelaskan kondisi lapangan kepada tim kami. Saat kami mendapat informasi / mengetahui bahwa sistem sirkulasi hanya dijalankan selama 8 jam sehari, padahal kondisi kolam renang berwarna hijau, apalagi hanya dijalankan ketika malam hari. Bagian terpenting di kolam renang yang sangat membantu dalam pencegahan dan pembasmian pertumbuhan alga adalah dengan menjalankan sistem filterasi sesering munkin. Sehingga kontaminan-kontaminan terutama bibit mikro alga dapat tersangkut di filter kolam renang, dan tidak berkembang di air kolam renang Anda, juga akan lebih mengoptimalkan kinerja chemical di kolam renang. Menjalankan pompa dan filter dengan cukup lama setiap harinya akan membantu menjaga kejernihan air, dan utamakan menjalankan sistem sirkulasi ketika siang hari. 10 – 12 jam per hari jika dimungkinkan untuk perawatan harian dan dalam kondisi biasa. Tapi, pastikan bahwa filter terjaga dengan baik, dan rutin dilakukan perawatan / pembersihan. Bahkan untuk kolam renang Umum, di rekomendasikan 18 – 24 jam sistem pompa dan filter berjalan, terutama di musim kemarau sebagai pencegah pertumbuhan dan perkembangan kontaminan di kolam renang. Anda dapat menggunakan timer atau pengotomatis on/off pompa, sehingga Anda tidak hanya mengandalkan ingatan yang sering kali terlupakan jika banyak kesibukan lain. 1 hari Anda lupa menjaankan sistem sirkulasi kolam renang, maka akan memberi celah untuk gangang berkembang.


Semua hal di atas sudah di laksanakan, tapi kolam renang masih saja hijau.

Hemm,…. jika semua hal dan poin-poin di atas sudah Anda terapkan, kondisi pompa, filter dan peralatan lainnya masih baik tapi kolam renang masih saja hijau dan hampir tidak terlihat perubahan setelah shock treatment. Kami duga filter Anda tidak berjalan optimal, atau air kolam mengandung tingkat mineral logam yang tinggi (TDS) yang menggangu sistem filterasi kolam renang. Anggap saja keseimbangan air sudah benar-benar sempurna dan ideal, kolam renang bebas dari kotoran-kotoran seperti dedaunan dll dan tidak ada nitrat dan fosfat yang mengkontaminasi kolam renang. Berikut ini 2 hal yang perlu Anda periksa serta jika diperlukan untuk diganti.

  • Periksa dan ganti media filter baik ( pasir, katrid, grid, DE) , gantilah dengan filter yang lebih besar jika benar-benar diperlukan. Ada kemungkinan kurangnya kapasitas filter sehingga tidak seluruh air kolam renang melalui sistem sirkulasi selama sehari. (disarankan untuk konsultasi terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk mengganti filter Anda)
  • Mengganti air kolam renang, walaupun hanya setengah dari volume seluruhnya dapat memberikan dampak yang sangat signifikan. Karena ada kemungkinan TDS di air kolam renang sudah tinggi dan melebihi batas ideal. Karena TDS yang jarang di pantau / di ajukan pemeriksaan lab.

Banyaknya poin serta penyebab kolam tetap hijau dan susah untuk dikembalikan mungkin akan membuat Anda kesal dan bingung. Nah, hal inilah yang sering kami tekankan, tidak semua permasalahan yang terjadi di kolam renang dapat selesai dengan cara yang sama. Ada beberapa hal, metode, troubleshooting, dll yang perlu dilakukan. Sehingga, jika dengan cara “biasanya” Anda tidak dapat mengatasi masalah yang terjadi di kolam renang, sebaiknya menyerahkan permasalahan tersebut kepada tim PROfesional perawatan kolam renang. Jelaskan apa saja yang telah Anda coba lakukan, agar tim PROfesional perawatan kolam renang yang Anda percaya, mendapatkan informasi lebih rinci dan akan menentukan solusi yang paling tepat.

Semoga artikel kali ini dapat membantu Anda yang sedang kesulitan dan memikirkan “ Kenapa kolam renang saya tetap saja hijau setelah dilakukan berbagai macam perawatan”. Umumnya di sebabkan oleh poin singkat berikut ini :

  1. Kurangnya penggunaan klorin / kaporit saat shock treatment untuk membunuh gangang hijau.
  2. Tingginya tingkat pH atau stabiliser , ataupun kimia air kolam renang yang lain sehingga menggangu kinerja klorin.
  3. Tidak menjalankan sistem sirkualsi kolam renang yang cukup, karena untuk mengatasi air yang hijau oleh gangang diperlukan sistem sirulasi pompa dan filter berjalan lebih lama dibanding pada perawatan harian biasa
  4. cukup banyaknya kandungan fosfat dan atau nitrat yang mengkontaminasi kolam renang.
  5. Media filter kolam renang perlu di ganti.
  6. Filter atau pompa terlalu kecil, tidak sesuai dengan kapasitas yang diperlukan untuk memutar keseluruhan volume air kolam renang. Atau tingginya kandungan solid dan atau logam pada kolam renang.
  7. Filter atau fungsi pipa backwash tergangu / rusak,
  8. Pompa menarik udara yang berlebih sehingga menggangu kinerja.
  9. TIngkat TDS yang sangat tinggi.
  10. Bahan kimia terutama klorin / kaporit yang Anda gunakan sudah kadaluarsa atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Written by / 114 Articles

Kami adalah Kontraktor Kolam Renang menangani desain,pembuatan,perawatan dan renovasi kolam renang dengan pengalaman puluhan tahun dan klien yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa. Kami mengutamakan kualitas dan kepuasan Pelanggan. Info dan Konsultasi hubungi: 081287115614

error: Content is protected !!
LIVECHAT WHATSAPP