Blog

HomeArtikel8 Kesalahan Sering Dilakukan Pada Pengujian Air Kolam Renang
Jasa Pembuatan Kolam Renang JogjaJasa Pembuatan Kolam Renang Jogja

8 Kesalahan Sering Dilakukan Pada Pengujian Air Kolam Renang

Kesalahan pembacaan hasil uji air kolam renang dapat terjadi hanya karena kelebihan setetes reagen. Alat uji dengan harga murah memang akan menghemat biaya tapi, bisa tingkat keakuratan dari alat uji tersebut masih perlu dipertanyakan. Kurangnya akurasi alat uji dapat menyebabkan masalah beruntun. Karena, dari hasil uji inilah yang menjadi pedoman kita untuk melakukan tindakkan penyesuaian air kolam renang. Sehingga, kesalahan pembacaan alat uji akan berdampak pada kadar pemberian bahan kimia ke air kolam renang, dan tidak tepatnya takaran yang kita berikan, akan berdampak pada keseimangan air kolam renang. Lebih jauh lagi akan membuat kondisi kolam renang memburuk akibat keseimbangan kimia air yang tidak ideal. Maka dari itu, berikut ini kami sampaikan 8 kesalahan yang sering terjadi dalam pengujian air kolam renang, sehingga Anda dapat terhindar dari pemborosan biaya, waktu dan pikiran.


1)  Jangan Hanya Karena Murah


Membeli alat uji hanya karena harga yang murah, tanpa mengetahui kualitas dari alat tersebut, menjadi kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemilik kolam renang. Murah bukanlah masalah selama alat itu memiliki kualitas yang telah teruji keakuratannya. Tetapi, bukan berarti harga menjadi pedoman Anda saat memilih alat uji. Belum tentu harga yang mahal akan memberikan nilai kualitas yang baik. Walaupun, memang sering kita dengar ada  kualitas ada harga. Yang sebenarnya ingin kami tegaskan adalah, kenali produk yang ingin Anda beli. Jangan melihat produk dari harganya, tapi mintalah rekomendasi dari teman atau rekan kerja Anda yang memiliki kolam renang. Nah, untuk lebih baiknya, tanyakanlah pada seorang ahli yang telah berpengalaman dalam pengujian air. Karena dari pengalaman penggunaan lah, kita dapat mengetahui kualitas dari alat uji tersebut. Yah, apa lagi saat ini, bahasa iklan sering mengelabuhi konsumen, jadi telitilah saat menentukan dan membeli produk tes kit atau uji strip.


2) Reagen Tes Kit Yang Kadaluarsa.


Reagen dari alat uji air kolam renang umumnya hanya mampu bertahan sekitar setahun setelah di buka. Jika sudah kadaluarsa, maka kesensitifan reaksi dari reagen akan berkurang dan menyebabkan alat uji menjadi tidak akurat. Yah.. hal ini memang mengesalkan, terutama bagi pemilik kolam renang yang hanya melakukan pengujian air kolam renang seminggu sekali atau dua kali. Sering kali, setelah setahun masih tersisa cukup banyak cairan di botol reagen. Lalu, jika setiap tahun kita harus mengganti reagen / tes kit dengan yang baru tentu bukan menjadi penghematan, tapi masuk kedalam pemborosan. Cukup banyaknya reagen yang tersisa, tapi kita tak mengetahui tingkat keakurasiannya setelah setahun di buka. Hal inilah yang kami maksudkan untuk memilih alat uji yang berkualitas. Karena menambah sedikit dana untuk membeli alat uji yang memiliki kualitas dan jaminan masa penggunaan (lama waktu hingga kadaluarsa) merupakan penghematan untuk jangka panjang. Selain itu, cara dan tempat Anda menyimpan juga menjadi faktor penting dalam hal ini, simpanlah alat uji dan bahan-bahan kimia kolam renang Anda di sebuah ruangan khusus yang terhindar dari sinar matahari langusng dan air.


3)  Teknik Pengambilan Sampel Air


Lokasi pengambilan sampel yang baik berada di tengah-tengah antara permukaan serta dasar air kolam renang. Anda akan melihat Jasa Perawatan Kolam Renang akan mengambil sampel air dengan mencelupkan tangannya hingga siku atau bahu untuk mendapatkan sampel di tengah-tengah. Pada kedalaman inilah kami sering menyebutnya “sweet spot” untuk pengambilan sampel air, karena mempertimbangkan bagian dari air kolam renang yang akan merepresentasikan dari keseluruhan kondisi kolam renang.

Namun, tidak jarang kami temui pemilik kolam renang yang belum mengetahui pengambilan sampel di sweet spot. Mereka hanya mengambil air sampel dari bagian permukaan kolam renang. Hal ini akan menyebabkan cukup banyak faktor eksternal yang mempengaruhi air sampel yang kita ambil, sehingga akan mempengaruhi hasil pembacaan alat uji. Udara di permukaan air kolam renang cukup memberikan pengaruh pada sampel yang kita ambil, terlebih lagi pada permukaan kolam renang , kandungan minyak serta polusi lainnya terkumpul di sana.

Selain itu, hal yang sama juga terjadi jika kita mengambil sampel air terlalu dekat dengan sisi return, tangga kolam atau jauh di pojok kolam renang. Lokasi-lokasi ini mengandung banyak variabel eksternal yang menggangu air sampel di sekitarnya.


4) Teralihkan Oleh Kesibukan Lain


Anda sudah benar-benar memperhatikan no.3 di atas, mengambil sampel pada sweet spot, dengan cara yang benar, tapi tiba-tiba HP Anda berbunyi, atau Anda lupa sedang memasak air, kegiatan-kegiatan lain yang membuat Anda teralihkan dari air sampel yang telah diambil. Kejadian ini cukup sering terjadi, setelah kembali ke kegiatan pengujian air, Anda tidak mengganti sampel yang telah Anda tingal beberapa waktu tadi. Tentunya kita tidak tau faktor eksternal apa saja yang telah mempengaruhi air sampel yang telah Anda ambil dan tinggal tadi.

PASTIKAN Anda langsung melakukan uji air setelah mengambil sampel. Membiarkan air sampel terlalu lama akan menyebabkan sampel terpengaruh oleh faktor-faktor lain seperti udara di sekitarnya. Jika hal ini terjadi, pastikan Anda melakukan pengambilan sampel ulang.


5) Memiringkan Botol Reagen Saat Memberi Tetesan dan TIdak mengocoknya terlebih dahulu


Kesalahan lain yang sering terjadi saat pengujian air kolam renang adalah tidak memperhatikan dan melaksanakan sesuai yang diintruksikan pada label produk.  Entah karena kebiasaan atau belum memahami teknik yang benar, sering kali pemilik kolam renang memiringkan botol reagen saat meneteskan reagen ke air sampel, ditambah lagi tak sedikit orang yang lupa untuk mengocok / meratakan reagen sebelum menggunakannya sesuai yang diintruksikan pada label produk alat uji.

Bahkan, saya sendiri masih sering secara spontan meneteskan reagen ke air sampel pada posisi miring, padahal hal ini sangat tidak direkomendasikan. Seketika kita menyadari hal ini, sebaiknya segera melakukan pengujian ulang. Memiringkan botol reagen saat meneteskannya merupakan tindakan atau kebiasaan yang salah, justru kita harus memastikan bahwa botol reagen tetes berapa pada posisi lurus vertikal, sehingga setiap tetes reagen selalu sesuai dengan desain botol yang pastinya sudah di ukur dari pabrik. Sehingga di setiap tetes reagen memiliki takaran yang sama. Jika kita memiringkan botol reagen akan menyebabkan setiap tetes memiliki banyak cairan yang berbeda.

Hal lain yang sering menjadi kesalahan saat pengujian air adalah tidak meratakan atau mengocok reagen sebelum menggunakannya sesuai yang diintruksikan.


6) Tercampurnya reagen


Hanya karena botol dan reagen memiliki warna yang sama, bukan berarti Anda dapat menyatukan atau mencampur keduanya. Biasanya setiap reagen memilki label nomor yang keterangan dan fungsi dari reagen dapat di lihat di label produk kit yang Anda beli. Karena, sedikit saja reagen lain secara tidak sengaja berada di atas ujung tetes reagen lain dapat mempengaruhi hasil uji yang Anda lakukan.


7) Bersih = lebih akurat


Selalu bilas wadah uji, wadah sampel, dll sebelum dan setelah digunakan. Cuci dan bilaslah hingga tidak ada tanda-tanda sisa reaksi sebelumnya. Hal ini mungkin sudah di ketahui banyak pemilik kolam renang, tapi bukan berarti semua memperhatikannya. Ada yang sekedar mencelup-celupnya ke air bersih setelah di gunakan, tanpa memperhatikan kondisi dari wadah itu sendiri. Maka dari itu, kami tegaskan kembali pada artikel kali ini, untuk memastikan wadah dalam kondisi bersih sebelum digunakan.


8) Kondisi Memperhatikan Hasil Uji


Nah, kondisi ini sering terabaikan. Kita ketahui bersama khususnya alat uji reagen akan menghasilkan hasil uji dari warna reaksi yang ditimbulkan. Warna ini tidaklah solid, tapi semi transparant. Jadi, warna background, pencahayaan, bahkan kacamata yang digunakan dapat memberikan pengaruh saat kita membaca hasil uji. Jadi, hindari menggunakan kacamata berwarna seperti sunglass, gunakanlah selembar kertas putih sebagai background, dan hindari menggunakan lampu berwarna sebagai sumber ( biasanya terjadi saat uji di malam hari, lampu kolam renang yang warna-warni dapat mempengaruhi pembacaan), lebih direkomendasikan untuk melakukan pengujian di pagi / siang hari.

 

Written by / 114 Articles

Kami adalah Kontraktor Kolam Renang menangani desain,pembuatan,perawatan dan renovasi kolam renang dengan pengalaman puluhan tahun dan klien yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa. Kami mengutamakan kualitas dan kepuasan Pelanggan. Info dan Konsultasi hubungi: 081287115614

error: Content is protected !!
LIVECHAT WHATSAPP